ANAK (BARU) KOS
Halo, hai....
Mau nulis lagi, sudah lama banget gak ada tulisan. Sudah 3 bulan aku menjadi anak kos, namun sering pulang setiap minggunya. Mungkin ini sindrom dari anak yang baru ngalamin kos atau cm aku saja, anggep saja itu aku (cie..). Banyak hal yang aku alami selama jadi anak (baru) kos, mulai dari ketemu mbak-mbak yang keluar kamar mandi, cuma modal handuk yang jadi penutup tubuhnya (jangan aneh-aneh ya mikirnya :D) dan itu gak cuma sekali. Ini memang kos laki-perempuan dan semua bebas disini.
Kos disini enak teman, bukan soal ketemu mbak-mbak yang tadi ya (itu bonus,hahaha), ada sesuatu yang beda menurutku. Dalam benakku sebagai seorang anak (baru) kos, hanya akan milih kos yang aman dan kamar mandi bersih, itu yang aku cari. Kos disini meski gerbang gak pernah dikunci, pintu kamar ke buka dan kunci kamarmu ada didepan atau gak kamu kunci kamarmu. Gak bakal ada yang masuk ke kamarmu dan gak akan ada yang masukin kamarmu tanpa ijin kecuali udaah deket, bahkan kadang ada yang baik hati nutupin pintu kamarmu.
Beberapa teman, sempat mintaku untuk pindah yang deket kantor. namun, alhasil aku masih tetap ingin kos disini. Banyak hal yang aku pelajari dari 3 bulan jadi anak kos, ini saking banyaknya aku gak bisa nulisnya, jadi mending aku tulis besok saja (haahaha).
Salah satu yang bermakna dalam beberapa bulan ini adalah aku jadi lebih menghargai semua ideologi orang, atau lebih tepatnya gak mau ikut campur urusan orang lain. Setiap orang punya privasi yang kadang gak bisa kita sangkutin dengan dalil agama. Bisa sih, tapi gak bisa dipaksa. karena lagi-lagi, surga dan neraka itu urusan pribadi masing-masing.
Aku gak bisa jadi seseorang yang akan tiba-tiba ngeluarin dalil, agar mereka tau kalau perbuatan mereka tobat atau sadar. Aku hanya akan menunjukan itu dengan perbuatanku sendiri, soal mau ditrima atau tidak, itu bukan masalah. Bukan aku gak mau berdakwah, tapi makna dakwah itu bukan soal kita mengeluarkan dalil dan beradu argumen hingga ada yang terdiam. baik kalau sadar, kalau malah bikin marah? Apa itu bisa dikatakan berhasil dakwah kita? Aku pikir itu kegagalan dakwah, Karena dakwah berhasil jika orang tak merasa kita gurui dan selalu adem dalam melakukan banyak hal.
Malah ngomongin dakwah ya, hehehe... Tapi itulah yang saya dapat. 7 tahun aku kuliah di Fakultas yang tiap kali bahas dakwah dan skripsi harus ada dakwahnya dan ini hasil pemaknaan 7 tahun itu. kita lanjut lain waktu ya, karena mataku juga udah gak kuat. waktunya aku lanjut tidur lagi, setelah tadi terbaangun. selamat pagi malam, :D
Kamar kos, 7 November 2017
Kartosuro, Gumpang.
Komentar
Posting Komentar