IKATAN ITU TAK AKAN PERNAH PUTUS


Menerima pengumuman kalau diterima YA & YLF, membuat aku sungguh setengah tidak percaya. Sebelum ini aku mengalami penolakan dari beberapa organisasi nasional, membayangkan proses seleksi nasional pada maret lalu membuat aku tidak yakin kalau bisa lolos di 55 besar.  Kerasnya proses seleksi nasional membuat aku pesimis bsa lolos, karena yang datang seleksi bukan pemuda yang biasa tapi luar biasa, dari kampus yang terkenal dan memiliki pengalaman yang luar biasa. Aku hanya memanfaatkan semangatku saja, aku sangat bersyukur bisa lolos walau harus sedih melihat kawan-kawan di satu ruangan ada yang tidak masuk tahap akhir.

Semarang menjadi tuan rumah Youth Adventure (YA), sebelum mulai acara kami berkumpul dulu diungaran. Ini awal ketakutanku, malam itu menuju YA, penyakit wasirku kumat. Rasa sakit dan hawa dingin bercampur aduk. Malam itu sungguh berat, aku benar-benar merasa todak kuat dan hanya doa yang dapat aku panjatkan agar dapat menjalani Youth Adventure (YA) hingga  Yout Leader Forum (YLF) berakhir. Tuhan mengabulkan doaku, kondisiku mulai fit dan dapat mengikuti olahraga bersama. Memasuki acara pembekalan, bang Azwar (bang Az) mulai menjelaskan proses YA. Penjelasan yang menimbulkan rasa takut timbul lagi. 100 ribu untuk satu orang, itu modal kami semua. Saya merasa ini gila, ternyata benar dan bukan mimpi.

Saat YA kami harus menjalani 2 perjalan berat, mulai ziarah meminta di Batang dan ziarah memberi di Tegal, setelah itu harus ke Jakarta. Dalam perjalanan itu Allah mengujiku, mulai dari kesabaran hingga ketahanan fisikku. Di YA, perjalananku sangat berwarna.  Konflik dengan Aula dan Asiah mulai timbul, namun itu bak pelangi yang penuh warna yang cepat selesai kemudian ada lagi. Sampai akhirnya, kami sampai di Jakarta setelah mengalami hari yang sulit bersama satu tim, kami semua akhirnya berkumpul lagi secara lengkap di wisma Kemenpora, meski ada yang terlambat karena masih ada yang di jalan tapi yang membuat saya kagum acara tetap berjalan sesuai jadwal tanpa molor. Apa ini yang disebut “Pemuda Diatas Rata-Rata? pertanyaan takjub itu keluar.
Lebih mengejutkan lagi mereka yang baru datangpun segera menyesuaikan diri, kami pun menjalan rutinitas yang berat lagi karena YA bukan akhir tapi permulaan. Kami disuruh bangun pagi dan tidak boleh terlambat untuk datang olahraga, ada beberapa yang terlambat dan kena sanksi tak pandang laki-laki atau perempuan. Di YLF kami mulai direkatkan lagi, menjalani berbagai sesi bersama inspiring leader dan para board. Tawa, canda, tangis dan jiwa yang tersa menyatu. Bukan keluarga jika tidak ada konflik di dalamnya. Kami menjalani itu semua bersama-sama selama kurang lebih 10 hari, disitu kami dilatih untuk menjadi keluarga dan pemuka pemuda.
 Aku merasa menemukan sesuatu yang hilang, organisasi yang hebat namun menganggap itu sebagai keluarga, rasa bahagia keluar begitu besar. Sebelum kami pulang ke rumah masing-masing, kami melakukan culture performs. Sebelum acara itu dimulai tiba-tiba aku terserang demam, aku merasa kaget teman-teman bukan saudaraku di GMB merawatku. Saat itu aku merasa sedih karena takut gak bisa kut acara tersebut, olivia atau oliv sempat marah padaku karena gak mau istirahat. Setengah jam yang berat aku jalani di kamar bersama Burhan, dia menemaniku hingga aku bakan dan aku bersyukur bisa mengkuti sesi terakhir sebelum kami berpisah. Sesi terakhir itu diiringi rasa bahagia dan sedih, bahagia karena kami senang bersama mereka semua (alumni GMB 2012 dan 2014 dan para Board Member), sedih karena kami harus berpisah. Saya jujur tidak mau berpisah dengan mereka, mereka orang-orang baik, bang Az, kak Aya, Richard, mbk Anna Winoto, mbk Ratih Amri, kak Tyas, seluruh Board member, alumni 2012, alumni 2014 dan kawan-kawan satu perjuangan GMB 2015. Kami akhrnya berpisah dan akan bertemu lagi suatu saat nanti, ikatan itu tidak akan putus sampai kapanpun.
                                                                        Thanks for all my family, Gerakan Mari Berbagi
                                                                        GMB is family
                                                                        Agus Arie Suwandi GMB 2015
                                                                        I share therefore i am (24/11/2015)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekuntum mawar

SURGA UNTUK PARA PEMBENCI