DIA itu

Malam ini hati ini tergerak untuk menulis lagi, setelah kurang lebih 3 bulan berhenti. Ini bagiku waktu yang cepat untuk menulis lagi, karena biasanya lebih dari ini. Malas, itulah penyakit yang aku derita. Sakitnya para penulis baru,hehehe..... Suasana hati ini sedang galau, karena ada bahagianya dan ada khawatirnya. Khawatir akan kondisi dia, aku jauh cinta pada wanita dipojok itu (pojok hatiku). Dia selalu buat aku merasa kangen, sepi jika dia tak mulai buat rusuh. Mulai dari nangis, marah dan minta putus serta bikin cemburu. Gadis ini buatku berubah drastis, aku benar-benar merasa muda, walau usia 28 tahun alias tua tapi gara-gara dia yang membuat aku merasa senang (hanya perasaanku saja kali,hehehehe). 
Dia gadis imut yang awal aku kenal sosoknya, buat hati ini pengen dekat walau hanya sekedar bully-nya. Aku gak tahu kenapa bisa dekat dengannya, hati ini begitu ingin dekat sama dia. Aku baru 1 bulan jadian sama dia dan sempat putus sekali, haahaaha..... Aku berasa jadi anak muda, putus nyambung. saat berpisah sama dia, hidup terasa hambar (alay kata dia,hehehe). Beberapa hari yang lalu dia mengujiku lagi, kondisi labilnya buat aku harus terus meykinkan cintaku padanya. lagi sikapnnya buat aku seperti anak kecil, mulai takut kehilangan sampai kepala terasa pusing dan  badan lemes. Tenaga ku terkuras memikirkan dia, selalu ada dia dalam setiap kegiatanku. lalu siapa dia?

wanita atau gadis imut dan bawel yang selalu mengingatkan aku dalam shalat dan puasa, apalagi puasa ini terasa lebih beda, karena dia selalu ada, walau jauh. Dia di Jogja dan aku di semarang. sedikit mengutip lagunya RAN-Dekat Di Hati, berikut liriknya 

Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku slalu menunggu saat kita akan berjumpa

Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di hati 
Lirik itu awalnya biasa tapi sekarang jadi luar biasa, lirik ini membuatku bahagia, kena banget, yah walau dia bawel, tapi itulah dia. Bawel hobi dia, karena mungkin itu rasa sayangnya padaku, jauh, terpisah jarak. Entah bagaimana aku harus melukiskan perasaan ini. 

Foto itu ada salah satu kisah yang dia tuliskan sendiri sebelum kita jadian, kata-katanya sangat bermakna. aku tak tahu harus berkata apalagi soal dia, karena bagiku bawelnya dia adalah perhatiannya. aku gak bisa melarang, karena itu yang membuat aku semangat. dia juga orang yang tegar, ketegaran dia yang menginspirasi hidupku. Gara-gara dia, aku menemukan semangatku lagi, Seperti yang terus dia ucapkan tiap hari, terima kasih untuk dia :D 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekuntum mawar

SURGA UNTUK PARA PEMBENCI